Tuesday, December 18, 2018

Siapa Bilang Sandal Jepit Aman Bagi Kaki?


Siapa Bilang Sandal Jepit Aman Bagi Kaki?

Warna yang ceria, motif yang menarik, format yang tampak santai dan kesan modis, biasanya menjadi pesona sandal flip flop atau biasa dinamakan sendal jepit. Tapi hati-hati, ternyata walau terlihat ceria, sandal jepit tidak kalah riskan jika dikomparasikan dengan high heels lho.

Pada ketika akhir pekan atau upaya menghindari sakit kaki sebab menggunakan high heels terlampau lama, sebagian wanita memilih memakai sandal jepit dengan warna-warni  yang menarik supaya tetap tampak modis. Bahkan beberapa orang yang mempunyai masalah dengan unsur pergelangan kaki memilih memakai sandal jepit dengan asa dapat meringankan sakit kaki. Tapi, sebetulnya sandal jepit juga dapat menyebabkan tendinitis.

Kenapa Sandal Jepit Berbahaya?

Sandal jepit bisa berbahaya untuk kesehatan kaki sebab minim perlindungan terhadap kaki. Bentuk alas kaki jenis sandal jepit ingin rata dan tidak mempunyai bantalan pada tumit, menciptakan kaki mesti berjuang membuat gerakan mencengkeram supaya sandal tetap pada tempatnya.

Di samping itu, saat memakai sandal jepit, unsur tumit bakal terangkat bebas dan jempol kaki bekerja keras guna memegang sandal supaya tidak terlepas. Gerakan ini sebenarnya menciptakan plantar fascia (jaringan ikat yang melapisi telapak kaki) meregang, begitu pun dengan otot telapak kaki. Bila terjadi terus menerus dapat mengakibatkan kaki lelah dan nyeri kaki, tergolong pada unsur tumit. Hal ini dapat mengolah gaya berlangsung dan mengakibatkan gangguan pergelangan kaki yang serius.

Di samping itu, pemakaian sandal jepit yang tidak menunjang format dan gerakan telapak kaki dapat menciptakan seluruh kaki merasakan benturan berulang kali ketika berjalan. Akhirnya urusan ini bakal merobek lapisan pelindung tulang tumit dan terbentuklah tonjolan kalsium atau yang dinamakan heel spurs, yang bisa ditandai dengan nyeri tumit.

Gerakan kaki yang memegang erat saat memakai sandal jepit juga dapat mengakibatkan munculnya cedera kaki atau tendinitis (tendonitis). Kondisi ini adalahiritasi atau peradangan pada tendon (jaringan elastis penghubung otot ke tulang). Gejalanya ialah rasa perih atau panas di unsur tendon (umumnya sering tentang tendon unsur belakang pergelangan kaki), rasa kaku, serta nyeri.

Di samping gangguan tersebut, pemakaian sandal jepit yang minim lengkungan pun dapat mengakibatkan masalah punggung, lutut, dan diperkirakan menimbulkan peradangan telapak kaki yang paling nyeri dinamakan plantar fasciitis. Kurangnya dukungan untuk telapak kaki ketika berjalan, akan menciptakan jaringan ikat di telapak kaki terus menerus meregang. Akhirnya jaringan ikat ini melemah, membengkak, dan meradang.
Alas Kaki Apa yang Ideal?      

Untuk menghindari pelbagai masalah tersebut, usahakan kita lebih hati-hati dalam memilih alas kaki. Jangan melulu karena warnanya yang menarik, tapi pun perhatikan sejumlah hal di bawah ini:
  •     Memiliki tali pada unsur belakang.
  •     Terdapat bantalan sol dan sol sepatu yang tebal.
  •     Dapat meringankan benturan.
  •     Sol tumit yang lumayan dalam.
  •     Hindari alas kaki yang sangat gampang menekuk ke belakang.
  •     Perhatikan bahan alas kaki supaya terhindar dari iritasi. Sandal jepit dengan bahan kulit yang lembut dapat jadi opsi Anda.
  •     Mengganti sandal jepit masing-masing 3 atau 4 bulan sekali, terutama andai sudah hadir retakan pada unsur telapak.

Sandal jepit memang unik dengan warna-warninya yang ceria dan dapat menjadi opsi di ketika santai. Tapi, pemakaian yang terlampau lama dan terlalu tidak jarang dapat menimbulkan pelbagai masalah. Jika timbul gangguan atau rasa sakit setelah pemakaian sandal jepit, dianjurkan berkonsultasi ke dokter.                       

Tuesday, December 11, 2018

Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman dan Bermanfaat Maksimal


Tips Memilih Balsem Bayi yang Aman dan Bermanfaat Maksimal

Balsem bayi sering dipilih oleh semua orang tua sebagai obat oles (topikal) untuk menolong meringankan fenomena flu dan batuk yang terjadi pada anak. Tetapi sebelum memberikannya, pastikan balsem bayi yang Bunda pilih mempunyai kandungan yang aman dan memberikan guna untuk maksimal guna untuk Si Kecil.

Dibanding orang dewasa, kulit bayi lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi. Ini sebabnya, balsem guna untuk orang dewasa tidak dapat digunakan pada bayi. Balsem bayi mestilah yang diformulasikan khusus guna untuk bayi dan anak-anak, serta dengan kandungan yang aman guna untuk Si Kecil.

 Bahan-bahan Balsem yang Terbilang Aman guna untuk Bayi

Balsem bayi lazimnya akan berisi bahan-bahan alami laksana ekstrak bunga chamomile dan eucalyptus yang diandalkan  efektif meredakan fenomena flu dan batuk, serta menciptakan tidur lebih nyenyak. Gunakan balsem bayi yang beraroma enteng sehingga menciptakan bayi lebih nyaman ketika tidur.

Kedua bahan alami itu aman dipakai untuk balsem bayi sebab memiliki guna untuk yang baik guna untuk Si Kecil, yaitu:

    Ekstrak chamomile
    Ketika flu dan batuk, Si Kecil ingin rewel dan sulit tidur. Nah, mengoleskan balsem bayi yang berisi ekstrak chamomile dapat menolong mengatasi kedua masalah tersebut. Chamomile mempunyai efek relaksasi alami yang dapat mengatasi susah tidur pada bayi dan orang dewasa. Chamomile pun terbukti bisa meredakan fenomena kecemasan dan menciptakan seseorang merasa lebih tenang.


    Di samping itu, chamomile termasuk ramah guna untuk kulit bayi. Ketika dioleskan pada kulit, chamomile bahkan dapat menolong mengatasi iritasi kulit serta menolong proses pengobatan luka. Sejumlah penelitian pun mencatat efektivitas chamomile yang lumayan baik guna untuk penanganan eksim.


    Eucalyptus radiata
    Selain diubah menjadi minyak esensial, daun eucalyptus kerap dipakai sebagai di antara bahan dasar menciptakan balsem bayi. Balsem bayi dengan kandungan ini berfungsi sebagai obat batuk alami yang menolong masalah hidung tersumbat dan batuk berdahak.

Dari suatu penelitian, ditemukan bahwa tanaman ini dapat menambah kekebalan tubuh dalam memerangi bakteri, serta meminimalisir peradangan. Terdapat pun penelitian pada anak-anak yang mengindikasikan bahwa obat oles yang berisi eucalyptus dapat meredakan batuk dan hidung tersumbat di malam hari, sehingga menolong mereka untuk istirahat lebih nyenyak.

Penting diketahui, ada dua jenis eucalyptus yaitu Eucalyptus globulus dan Eucalpytus radiata. Eucalyptus globulus adalahjenis yang tidak sedikit digunakan sebagai minyak esensial atau obat oles, dan aman dipakai untuk orang dewasa dan anak-anak berusia di atas 2 tahun. Sedangkan guna untuk bayi, kandungan balsem bayi yang aman digunakan ialah jenis Eucalpytus radiata.

Pastikan Bunda menyimak kandungan pada label kemasannya sebelum memilih balsem bayi. Pilihlah balsem bayi yang diformulasikan khusus guna untuk bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun.

Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, pastikan Bunda mengekor petunjuk pemakaian yang tercantum pada label kemasan, khususnya untuk balsem bayi yang bakal dioleskan pada dada, leher, dan punggung. Hindari mengoleskan balsem bayi di lokasi mata, mulut, wajah, perangkat kelamin, tangan, dan pada kulit anak yang sedang merasakan iritasi atau terluka.

Jika Si Kecil memiliki situasi medis tertentu atau mempunyai alergi terhadap bahan-bahan pada balsem bayi, konsultasikan dahulu ke dokter anak sebelum menyimpulkan untuk memakaikan balsem bayi. Jika terjadi reaksi alergi, segera hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter.